Tampilkan postingan dengan label Manchester United. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manchester United. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Desember 2012

0 Reading 3-4 Manchester United





 
Reading v Manchester United - Premier LeagueManchester United memperlebar selisih angka mereka dengan Manchester City menjadi tiga angka setelah menundukkan Reading 4-3 di Madejski Stadium, Minggu (2/12) dinihari WIB.

Dengan tambahan tiga angka, Manchester United kini mengantungi 36 angka dan memuncaki klasemens ementara Liga Primer Inggris. Reading tetap di posisi 19 dengan sembilan angka.

Laga ini berlangsung menarik di babak pertama, tepatnya di 35 menit pertama karena tujuh gol yang tercipta di laga ini terjadi di menit-menit tersebut.

Babak I

Reading langsung menekan setelah peluit tanda dimulainya pertandingan ditiup wasit Mark Halsey. Hasilnya, gawang Manchester United sudah jebol ketika laga memasuki menit ketujuh.

Kesalahan Rio Ferdinand membuang bola umpan Jabi McAnuff, berhasil dimanfaatkan Hal Robson-Kanu untuk mengoyak jala MU dengan tendangannya.

Tapi United bisa membalas lima menit kemudian. Bekerja sama dengan Ashley Young, Anderson mengirimkan tendangan kaki kiri keras ke tiang dekat gawang Adam Federici.

United balik memimpin setelah terjadi pelanggaran di kotak penalti oleh Jay Tabb terhadap Jonny Evans. Wayne Rooney yang menjadi eksekutor tak kesulit menjebol gawang Reading.

Tuan rumah pun juga membalas. Berawal dari sepak pojok Nicky Shorey, Adam Le Fondre melesakkan bola ke gawang Andres Lindegaard dengan tandukannya di menit 19.

Giliran Reading yang kini balik memimpin ketika laga memasuki menit 23. Sean Morrison menjebol gawang United dengan kepalanya.

Di menit 30, giliran United yang menyamakan kedudukan. Rooney mencetak gol keduanya di laga ini setelah menyapu bola kiriman Patrice Evra.

Robin Van Persie tak ketinggalan dalam pesta gol ini dengan membawa United memimpin di menit 34 lewat tendangannya, setelah mengecoh Nicky Shorey.

United nyaris memperbesar keunggulan jika saja Adrian Mariappa tak memblok bola tendangan Van Persie. Skor 4-3 akhirnya menjadi hasil akhir di babak pertama.

Babak II

Seperti halnya babak pertama, Reading tampil menekan. Di menit 56, tim tuan rumah menuntut penalti kepada wasit setelah Mariappa dianggap dilanggar oleh Evra. Tapi wasit Mike Halsey menolak memberikannya karena melihat tak ada pelanggaran terjadi.

United juga balik menekan. Dua kesempatan dimiliki Van Persie di menit 69 dan 67, namun masih belum sampai mengubah kedudukan.

Reading juga berusaha menyamakan kedudukan di 30 menit terakhir pertandingan. Tapi hingga berakhirnya tiga menit masa tambahan waktu, skor 4-3 buat kemenangan Manchester United bertahan.

Susunan Pemain:

Reading: Federici; Cummings, Mariappa, Morrison, Shorey; McAnuff, Leigertwood, Tabb, Robson-Kanu; Le Fondre, Roberts.
Subs: Taylor, Pearce, Harte, Guthrie, McCleary, Hunt, Pogrebnyak.

Man United: Lindegaard; Rafael, Ferdinand, Evans, Evra; Anderson, Carrick, Fletcher; Young, Rooney, Van Persie.
Subs: De Gea, Jones, Giggs, Smalling, Chicharito, Welbeck, Cleverley.



Senin, 26 November 2012

0 Manchester United 1958 Tribute


Sabtu, 03 November 2012

0 Wayne Rooney

Wayne Mark Rooney Lahir pada tanggal 28 Oktober 1985, Rooney dibesarkan di pinggiran kota Liverpool disebut Croxteth, tempat ia dan kedua saudaranya mengenyam pendidikan di De La Salle School. Rooney merupakan ujung tombak atau Penyerang (striker) dari klub inggris, Manchester United (Red Devils) dan Timnas Inggris (The Three Lions). Sebagai pemain, Rooney tidak hanya punya skill, kecepatan dan feeling gol yang tinggi, tetapi juga kekuatan fisiknya sangat prima. menggunakan nomor punggung 10 di MU, dan menggunakan nomor punggung 9 di Timnas Inggris.

Rooney memulai karirnya bersama klub Everton, bergabung dengan tim muda mereka pada usia sepuluh tahun dan kemudian terus naik pangkat setelah itu. Dia membuat debut profesional pada tahun 2002 dan gol pertamanya membuatnya menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Liga Premier pada saat itu. Dia bisa dengan cepat menjadi bagian dari tim utama Everton, menghabiskan dua musim di klub Merseyside. Sebelum awal Musim 2004-05 ia pindah ke Manchester United seharga £ 25.6 juta dan menjadi pemain kunci tim utama mereka. Ia telah bermain selama 65 kali di Everton dan mencetak 15 gol selama 2 tahun kariernya di Everton.

Wayne Rooney bersinar di Old Trafford pada September 2004, ketika melakukan debut pertamanya di setan merah dan menjaringkan hattrick ke gawang Fenerbahce. Moment ini sangat spesial dan tak terlupakan, dan langsung melejit menjadi idola Old Traford.


Kepindahannya dari Everton bukan sekedar penampilan gemilangnya di Everton, tetapi mengingat usia yang masih muda, bakat, kemampuan mencetak goalnya. Roney memang sudah menjadi target United sejak lama sejak berusia 19 tahun. Debut pertamanya di Old Traford Rooney terbilang sukses besar. Dia mengakhiri musim dengan 19 gol dalam 48 pertandingan. Permainan gemilangnya di United membuat namanya mendapat tempat utama di tim nasional Inggris. Sven Gorran Erikson bahkan sampai memujinya sebagai Pelenya Inggris. Meskipun dalam piala dunia 2006 Inggris terbilang tidak sukses, namun kecemerlangan Roney berlanjut di kompetisi lokal. Dia dan United berhasil merebut Piala Carling.

Musim tahun 2007/08 kehadiran Cristiano Ronaldo sempat mencuri perhatian publik united dan pemberitaan tentang united, namun Rooney tetap konsisten dengan penampilan dan kesetiannya serta mampu menyumbangkan 18 gol di premier league, dan empat goal di level Eropa. Kehadiran tiga trio maut Roney,Tevez dan C.Ronaldo adalah salah satu faktor kunci setan merah dalam merengkuh titel 'Premier League dan kemenangan ganda di Liga Champions.


Suami dari Coleen McLoughlin ini terkenal tamperemental. Gaya mainnya ngotot. Pada Piala Dunia 2010 di Jerman, ia cedera menjelang akhir turnamen. Tahun 2000/10 Roney mendapat penghargaan individu sebagai “player of the Year oleh PFA (Asosiasi pemain profesional). Pada Bulan Oktober 2010 ia menandatangani kontrak baru selama lima tahun yang menjamin masa depannya di Manchaster United.

0 Ryan Giggs

Biografi Ryan GiggsRyan Joseph Giggs lahir di Cardiff, Wales, Inggris dengan nama Ryan Joseph Giggs, 29 November 1973 adalah seorang pemain sepak bola Wales dan gelandang legendaris asal Inggris. Ia merupakan salah satu pemain sayap terbaik sepanjang sejarah dan juga dikenal karena loyalitas di Manchester United. Ayah Ryan bernama Danny Wilson, seorang pemain rugby. Ibunya bernama Lynne. Adiknya, Rhodri Giggs, juga seorang pemain sayap yang bermain untuk FC United of Manchester, sebuah klub non-liga yang didirikan oleh fans yang tidak setuju akan pengambilalihan Manchester United oleh Malcolm Glazer.

Klub Ryan sekarang ini dan satu-satunya sampai sekarang ini adalah Manchester United. Ryan merupakan pemain terlama yang pernah membela klub ini dan merupakan pemain pertama terbanyak tampil untuk MU sepanjang sejarah (805 kali) setelah memecahkan rekor Sir Bobby Charlton (758 kali). Ia sudah bersama United memenangkan dua belas kali gelar juara liga (mengalahkan rekor yang disandang oleh pemain Liverpool F.C., Alan Hansen dan Phil Neal yaitu sembilan kali), empat gelar FA Cup, dua gelar League Cup dan dua gelar Liga Champions.

Biografi Ryan Giggs
Ryan Giggs patut menjadi panutan pesepakbola muda jaman ini. Loyalitasnya membela United selama lebih dari 18 tahun sangat kontras dengan gaya pemain-pemain sekarang yang setiap musim pindah klub mencari bayaran lebih tinggi. Di dalam lapangan hijau, prestasinya tak ada duanya. Sejak usia muda, kecepatan dan terobosannya di sayap kiri menjadi senjata utama United era akhir 90-an hingga awal 2000-an. Kini di usia 34 tahun, Giggs mulai mengubah gaya permainannya menjadi lebih taktis, tak perlu terlalu banyak berlari tapi tetap saja berbahaya.

Kehidupannya di luar lapangan juga relatif lebih tenang daripada kehidupan penuh gemerlap pemain-pemain muda jaman sekarang, bebas dari pemberitaan-pemberitaan negatif di media. Seorang profesional sejati, demikian Sir Alex Ferguson mendeskripsikan Giggs. Kontrak Giggs di United masih terus hingga akhir musim depan. Apakah Giggs akan menggantung sepatu setelah itu belum ada yang tahu.

Giggs mendapat gelar Order of British Empire (OBE), dua tingkat di bawah gelar knighthood yang boleh menggunakan jabatan "sir", dari Ratu Inggris 2007 lalu karena jasa dan pengabdiannya pada sepakbola Inggris. David Beckham dan Alan Shearer juga mendapat gelar yang serupa. Bicara prestasi, Giggs tak tertandingi. Bersama United dia juga peraih trofi terbanyak: 23 trofi, termasuk di antaranya 10 gelar juara liga (terbanyak dalam sejarah sepakbola Inggris), empat Piala FA, dua Piala Liga, dan tentunya dua Liga Champions Eropa. Giggs juga adalah pemegang rekor pemain dengan penampilan terbanyak untuk United hingga saat ini.

Karena begitu cemerlang di usia yang sangat muda, Sir Alex Ferguson mau tidak mau harus ekstra protektif terhadap Giggs. Giggs dilarang meladeni permintaan wawancara sampai usia 20 tahun. Padahal Giggs sudah mulai tampil di tim utama Red Devils sejak usia 17 tahun. Selama tiga tahun Giggs harus jaga jarak dengan para kuli tinta. Banyak gol Giggs masuk dalam nominasi "Gol Terbaik" atau "Gol Terindah". Namun satu yang tak akan terlupakan adalah gol solo-run Giggs ke gawang Arsenal dalam laga semi-final Piala FA 1999. Giggs menggiring bola melewati hampir semua bek Arsenal, termasuk di antaranya Tony Adams dan Martin Keown, sebelum akhirnya menceploskan bola melewati hadangan David Seaman. Fantastis.

Biografi Ryan Giggs
Bakat Ryan kecil pertama kali ditemukan di usia 13 tahun oleh pencari bakat dari Manchester City, namun Sir Alex Ferguson berhasil merayu Giggs untuk memilih United dengan menawarkan kesempatan untuk menjadi profesional dalam tiga tahun. Giggs pun akhirnya bergabung dengan United di usia 14 tahun. Nama lengkapnya saat kecil adalah Ryan Wilson, nama keluarga ayahnya. Tapi di usia 16 tahun, setelah kedua orang tuanya bercerai, Ryan memutuskan memakai nama keluarga ibunya karena ingin menunjukkan pada dunia kalau dia adalah anak dari ibunya.

Giggs sempat membela timnas junior Inggris saat masih duduk di bangku sekolah. Namun ketika ditelusuri garis keturunannya, Giggs ternyata tak punya darah Inggris dan hanya boleh membela Wales dan Sierra Leone, tanah air kakek dari ayahnya. Sayang sekali Giggsy tak pernah bisa tampil di Piala Dunia. Giggs punya rekor disipliner yang sangat bagus. Dia belum pernah menerima kartu merah dalam karir klubnya, dan hanya pernah sekali diusir wasit saat membela timnas Wales. Kartu merah itu didapatnya dalam laga melawan Norwegia pada 2001, di mana Wales kalah.

Biografi Ryan Giggs
Di luar lapangan, Giggs sangat aktif terlibat dalam pelayanan masyarakat. Dia adalah duta UNICEF yang melangsungkan kampanye untuk mencegah tewasnya anak-anak akibat ranjau darat 2002 lalu. Giggs juga aktif dalam usaha pemberantasan rasisme di dunia sepakbola bersama bintang sepakbola lainnya seperti Rio Ferdinand dan Thierry Henry. Giggs pantas bermain untuk timnas Brasil, demikian menurut pelatih Carlos Dunga setelah timnya bertanding melawan Wales yang dikapteni Giggs 2006 lalu. Brasil menang 2-0, tapi Dunga berkata kalau Giggs pantas bermain untuk juara dunia lima kali itu bersama dengan bintang-bintang seperti Kaka dan Ronaldinho.

0 Robin Van Persie

Robin Van Persie, Sepakbola, olahraga, biografi, arsenalRobin van Persie lahir di Rotterdam, Belanda, 6 Agustus 1983, Robin Van Persie adalah putra dari dua orang seniman, Van Persie sebenarnya didorong untuk mengikuti jejak orang tuanya, tetapi dia malah lebih suka menekuni sepak bola. Van Persie masih keturunan Indonesia. Darah Indonesianya diperoleh dari neneknya yang orang indonesia yang berasal dari Surabaya. Robin van Persie juga merupakan seorang mualaf. Ia menjadi mualaf karena menikah dengan gadis maroko, yang sekarang menjadi istrinya Bouchra van Persie.

Orangtua van Persie cerai saat dia masih kecil. Karena masih kecil van Persie tinggal bersama ibunya. Tapi tidak berjalan dengan baik. Akhirnya dia tinggal dengan ayahnya bersama saudara perempuannya Liliy dan Kiki sampai dia menikah dengan Broucha dan memiliki anak laki-laki tahun 2006 yang bernama Shaqueel yang artinya dalam arab tampan.

Robin van Persie menjadi mualaf, istri yg keturunan maroko,dan saat dia SD,dia menjadi anak yang kurang di mata teman-temannya,karena itu ia berteman dengan penjaga gerbang sekolahnya yang asli orang maroko muslim, dan menjadi sahabat van Persie.

Striker Timnas Belanda yang kini membela Klub FA Premier League yaitu The Gunners Arsenal. Penyerang bertinggi badan 183 cm ini, memiliki insting mencetak gol yang tajam yang membuat dirinya disegani oleh bek-bek lawan. Striker kidal yang memiliki nama lengkap Robin van Persie ini, memulai awal karier sepakbolanya bersama klub Excelsior, kemudian Dia membuat terobosan dengan bergabung dengan klub kota kelahirannya Feyenoord, di mana ia menghabiskan tiga musim dan memenangkan Piala UEFA 2002.
Perselisihan dengan pelatih Bert van Marwijk memuncak dan akhirnya membuat Van Persie pindah ke Liga Premier bersama Arsenal seharga 2.75 juta Pound pada tahun 2004. Pemain kelahiran Rotterdam, Belanda, 6 Agustus 1983 ini selalu mendapat tempat di Timnas Sepakbola Belanda, Van Persie turut membela Tim Oranye pada Piala Dunia 2006, Piala Eropa 2008, dan Piala Dunia 2010. Namun, pada Piala Dunia 2010 lalu, Belanda gagal menjadi Juara setelah kalah oleh Spanyol pada Partai Final.

Robin Van Persie, Sepakbola, olahraga, biografi, arsenal
Pada awal bulan juni alu van persie secara mengejutkan menolak untuk memperpanjang kontraknya bersama Arsenal kemudian terdengar kabar bahwa RVP gencar didekati oleh Juventus, Manchester City serta Manchester United untuk merekrutnya, Pada pertengahan Agustus 2012 Robin van Persie akhirnya menuntaskan proses transfer dari Arsenal ke Manchester United dengan biaya yang tidak disebutkan dan kontrak berdurasi empat tahun. Diyakini United mengeluarkan kompensasi sebesar £24 juta untuk mendapatkan Van Persie dan gaji £235 ribu per pekan.

Van Persie Manchester United
Inilah ucapan pertama Van Persie sebagai pemain United.
"Sungguh sebuah kehormatan bergabung ke United. Saya tak sabar menyusul jejak langkah banyak striker hebat, membawa pengalaman saya, dan memainkan peran supaya tim dapat bersaing merebut banyak gelar. Saya tak sabar segera memulai," pungkasnya.

0 Sir Alex Ferguson

sir alex ferguson, pelatih, manchester united, biografiSir Alexander Chapman "Alex" Ferguson CBE lahir 31 Desember 1941 di Govan, Glasgow, Alexander Chapman Ferguson lahir dari pasangan Alexander Beaton Ferguson, seorang buruh pekerja galangan kapal dengan Elizabeth Hardie. Ia menghabiskan masa kecilnya di daerah Govan,Skotlandia bersama adiknya Martin Ferguson. Karier sepak bola Ferguson dimulai ketika ia bergabung dengan klub amatir Queens Park pada umur 16 tahun. Berposisi sebagai striker ia mencetak 20 gol pada musim debutnya dan pindah pada musim berikutnya ke klub amatir St. Johnstone. Di klub barunya, Ferguson mengejutkan publik dengan mencetak hattrick melawan klub idolanya Glasgow Rangers.

Performanya membuat ia dikontrak profesional oleh Dunfermline. Pada musim pertamanya Ferguson berhasil mencapai final Piala Skotlandia melawan Glasgow Celtic akan tetapi kalah 3-2. Ferguson sendiri tidak tampil dalam final karena penampilan buruknya ketika melawan St. Jonstone pada pertandingan sebelumnya. Musim keduanya bersama Dunfermline, ia berhasil keluar sebagai pencetak gol terbanyak Liga Skotlandia bersama Joe McBride dengan 31 gol. Prestasi ini akhirnya mengantarkan Ferguson ke klub impiannya sejak kecil, Glasgow Rangers. Masa-masa di Rangers ternyata tidak menyenangkan Ferguson.

Ia sering dicadangkan dan berlatih dengan tim junior. Hal ini membuat Fergie tidak betah dan hanya bertahan 2 musim bersama Rangers. Ia kemudian ditawari pindah oleh klub Inggris, Nottingham Forest. akan tetapi istrinya, Cathie tidak menyetujui kepindahan mereka ke Inggris. Ia lalu memilih untuk pindah ke klub Falkirk. Ferguson dipromosikan sebagai pelatih merangkap pemain. Namun tak lama kemudian jabatannya digantikan oleh John Prentice. Ferguson kemudian memilih untuk pindah ke Ayr United dimana ia bermain disana sampai pensiun sebagai pemain pada 1974. Sebagai pemain Ferguson telah mencetak total 170 gol dalam 317 pertandingan.

Pada bulan Juni tahun 1974, sesaat setelah ia pensiun sebagai pemain, Ferguson ditunjuk sebagai manajer paruh waktu unutk East Stirlingshire pada usia 32 tahun. Kariernya di East Stirlingshire hanya bertahan sebentar karena pada bulan Oktober 1974 ia menerima pinangan St. Mirren untuk menjadi manajer

Kariernya di St. Mirren berlangsung gemilang, selama 4 musim menangani klub tersebut (1974-1978). Ferguson mengangkat klub kecil yang tadinya hanya ditonton oleh 1000 orang dalam pertandingan kandanganya itu menjadi juara Liga Skotlandia pada musim 1977 dengan permainan menyerangnya. Selain itu ia berjasa dalam menemukan bakat-bakat muda dalam diri Billy Stark, Tony Fitzpatrick, Bobby Reid dan Peter Weir. Kesuksesan Ferguson dalam mengangkat St. Mirren ternyata berujung pada pemecatan pada tahun 1978 karena konflik internal antara Ferguson sendiri dengan staffnya. Presiden klub St. Mirren, Willie Todd bahkan mengatakan bahwa Ferguson "tidak mempunyai kemampuan manajerial yang baik". Dengan demikian St. Mirren adalah klub satu-satunya yang pernah memecat Ferguson sepanjang karier manajerialnya.

Ferguson kemudian menjadi manajer Aberdeen menggantikan Billy McNeil yang pindah ke Glasgow Celtic, ia diharapkan untuk mengembalikan masa kejayaan Aberdeen yang menjuarai Liga Skotlandia terakhir kali pada 1955. Namun karena usia Ferguson yang terbilang cukup muda (36 tahun) tetap saja ia kesulitan meraih respek dari para pemain yang beberapa diantaranya lebih tua dari manajer mereka sendiri. Pada musim debutnya, Aberdeen meraih peringkat ke 4 walaupun tidak pernah kalah sebelum Desember 1978. Ferguson juga membawa Aberdeen ke semifinal Piala Skotlandia dan Piala Liga Skotlandia. Pada musim berikutnya Aberdeen kembali kalah dalam final ajang Piala Liga Skotlandia oleh Dundee United setelah pertandingan replay. Ferguson menyalahkan dirinya sendiri yang seharusnya mengubah taktik dan komposisi pemain dalam pertandingan replay tersebut. Setelah pertandingan final itu, performa Aberdeen mengalami peningkatan sampai mereka menjadi juara Liga Skotlandia pada akhir musim 1979/80. Hal ini membuat Ferguson mendapatkan kepercayaan dan respek dari para pemain dan direktur klub. Ia tetap menjadi manajer yang penuh disiplin sehingga pemain-pemainnya menjulukinya "Furious Fergie" atau "Fergie yang Galak".

Pada musim yang sama, Ferguson adalah salah satu staf pelatih dalam tim nasional Skotlandia ketika menghadapi ajang Piala Dunia 1986. Namun meninggalnya pelatih utama mereka, Jock Stein, membuat Ferguson ditunjuk menjadi pelatih utama Skotlandia pada Piala Dunia 1986. Ia kemudian menunjuk Archie Knox menjadi asisten manajer yang mana adalah juga asistennya di Aberdeen. Karena jasa-jasanya di Aberdeen, Ferguson kemudian diusulkan untuk menjadi salah satu direktur di klub tersebut, namun Fergie menolaknya dan mengatakan bahwa ia berniat untuk pindah dari Aberdeen pada akhir musim 1985/86. Walaupun ia tetap berada bersama Aberdeen pada awal musim 1986/87, namun pada November 1986, Ferguson akhirnya menerima pinangan Manchester United untuk menjadi manajer mereka menggantikan jabatan yang dipegang Ron Atkinson.

Awal kariernya di Old Trafford tidaklah semulus yang ia kira. Saat itu MU terbelit dalam masalah alkohol yang kritis. Beberapa pemain andalan mereka (Norman Whiteside, Paul McGrath dan Bryan Robson), mempunyai hobi menenggak minuman keras dan mempunyai level kebugaran yang "menyedihkan". Ferguson, bersama-sama dengan Archie Knox yang diangkat menjadi asisten manajer saat itu, secara perlahan-lahan mengubah kebiasaan buruk itu dan menanamkan disiplin ketat bagi para pemain, hal yang masih berlaku sampai saat ini di MU.

Musim 1989/90, Ferguson kembali mendatangkan pemain baru Paul Ince, Mike Phelan, Neil Webb dan bek Gary Pallister. Pada awal musim United berhadapan dengan juara bertahan Arsenal dimana Setan Merah berhasil menang 4-1 namun performa United menurun dan setelah kekalahan memalukan 5-1 dari rival sekota Manchester City, spanduk yang meminta Fergie untuk mundur mulai bermunculan di Old Trafford. Fergie sendiri menggambarkan bulan Desember 1989 adalah "masa-masa tergelap selama kariernya dalam dunia sepak bola" dimana United manjadi salah satu calon klub yang akan mengalami degradasi dari Liga Inggris. Dewan direktur klub tetap mempercayai Fergie sebagai manajer. Mereka bisa mentoleransi penampilan buruk klub karena beberapa pemain kunci cedera dan mereka juga puas atas peran serta Ferguson yang mengubah sistim pelatihan dan pencarian bakat di United. Kepercayaan dewan direksi klub dijawab Ferguson dengan kemenangan 1-0 pada final replay Piala FA melawan Crystal Palace yang saat itu diperkuat oleh Ian Wright. Raihan trofi ini adalah yang pertama untuk Fergie selama menangani United dan disebut-sebut sebagai trofi penyelamat kariernya di MU.

sir alex ferguson, pelatih, manchester united, biografi
Musim 1994/95 merupakan ujian berat bagi Fergie, karena Cantona harus absen selama 8 bulan karena menendang seorang suporter Crystal Palace di Selhurst Park, kandang Palace. Selain larangan tampil selama 8 bulan, Cantona juga mendekam di penjara selama 12 hari dan harus menjalankan tugas sosial selama 120 jam. Untuk mengisi posisi Cantona, maka United mentransfer Andy Cole dari Newcastle United sebesar £7 juta plus Keith Gillespie untuk Newcastle. Selain itu musim ini juga menjadi musim debut para pemain muda dari skuat 1992 yang menjuarai Piala FA Junior : Paul Scholes, Gary Neville, Nicky Butt dan David Beckham setelah sebelumnya Ryan Giggs (yang berpromosi dari skuat 92) telah mendapat tempat reguler dalam tim inti United. Namun United gagal mempertahankan gelar juara setelah imbang 1-1 melawan West Ham United pada pertandingan terakhir musim itu.
 
Mengawali musim 1997/98 dengan skuat belia yang makin matang, Fergie menambah kedalaman skuat dengan mentransfer striker Inggris, Teddy Sheringham, yang memakai kostum no. 10 milik Beckham, untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Cantona dan bek Henning Berg dari Norwegia. Musim ini berakhir dengan kegagalan bagi United dalam semua ajang. Pada musim panas 1998, Fergie kembali mentransfer seorang striker, Dwight Yorke dari Aston Villa, bek tangguh dari Belanda, Jaap Stam dan winger serba bisa Jesper Blomqvist dengan total nilai transfer mencapai hampir £30 juta. Dengan kedalaman skuat United mereka, Setan Merah mencapai kesuksesan mereka pada musim ini dengan raihan 3 trofi juara dalam semusim (dikenal dengan nama "The Treble")

Pada musim 1999/00 dominasi United bersama Fergie semakin terlihat di klasemen akhir Liga Inggris, dimana Setan Merah unggul jauh atas rival mereka dengan 18 poin. Pada Desember 1999 United meraih trofi Piala Toyota mereka yang pertama dalam sejarah klub dengan mengalahkan Palmeiras di final. Giggs keluar sebagai pemain United pertama yang meraih gelar pemain terbaik pada ajang ini. Kepiwaian Fergie dalam mengembangkan United sebagai merek global tutur mendongkrak performa klub pada ajang kompetisi. Hal ini membuat United menjadi magnet bagi pesepak bola terbaik dunia untuk bergabung di Old Trafford.

Pada awal musim 2001/02 diwarnai dengan penjualan kontroversial bek Jaap Stam ke Lazio seharga £16 juta, yang mana membuat keseimbangan skuat Fergie terganggu. Absennya Stam di lini belakang United tidak mampu ditutupi oleh bek United lainnya dan keputusan ini pun disesali kemudian oleh Ferguson yang kerepotan mencari suksesor sang bek. Performa United menukik tajam dengan menempati peringkat 9 pada paruh musim. Performa United membaik seiring bergabungnya bek tua (36 tahun) Laurent Blanc dari Inter Milan pada Januari 2002 dan United pun menang dalam 8 laga Liga sehingga melaju ke peringkat atas Klasemen Liga. Namun hasil tersebut hanya bisa membawa United berakhir di peringkat 3 klasemen. Musim ini pun seharusnya menjadi musim terakhir Fergie menangani United karena faktor usia dan penurunan prestasi. Namun Fergie membatalkan niatnya unutk mundur dan tetap menangani United untuk 3 tahun ke depan.

Awal musim 2006/07 menjadi suatu ujian bagi sisi manajerial Fergie. 2 orang pemain utamanya Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney terlibat perselisihan pada ajang Piala Dunia 2006. Insiden itu membuat rumor soal kepergian Ronaldo dari United makin membesar. Namun Fergie berhasil membujuknya agar bertahan di United dan mendamaikan kedua orang itu. Keberhasilan Fergie meredam emosi keduanya menjadi bahan bakar utama skuat United dalam menjalani awal musim baru. Awal musim berlangsung baik bagi United yang untuk pertama kalinya memenangkan 4 pertandingan liga secara beruntun. Sekali lagi Fergie membuktikan dirinya sebagai master dalam mendatangkan pemain yang cocok dengan skema permainan yang diinginkan. Pada akhir musim United tidak terkejar dan mengamankan gelar juara Liga Inggris. Pada ajang Eropa, Fergie mengantarkan United mencapai semifinal dengan mencetak rekor kemenangan atas AS Roma 7-1 pada laga perempat final di Old Trafford. Pada laga semifinal United kalah dari AC Milan dengan agregat 3-5 setelah unggul 3-2 di Old Trafford. Walaupun begitu hasil ini merupakan tanda kebangkitan dari Setan Merah.

sir alex ferguson, pelatih, manchester united, biografi
Awal musim 2007/08, Fergie kembali mendatangkan pemain untuk memperkuat skuatnya. gelandang bertahan Owen Hargreaves yang sukses bersama tim nasional Inggris di Piala Dunia 2006,sayap serba bisa Nani dari Portugal, gelandang serang Anderson dari Brazil dan striker Carlos Tevez resmi bergabung dengan Fergie di Old Trafford. Dengan kedalaman skuatnya, Fergie mengincar pencapaian gelar Eropa kedua bersama Setan Merah. Namun harapan Fergie sepertinya akan terbang seiring dengan performa dibawah standar United yang hanya meraih hasil imbang dalam 2 laga awal serta kalah 0-1 dari rival sekota Manchester City. Namun Fergie berhasil memotivasi skuatnya dan penampilan United sonta berubah drastis menjadi kompetitor dalam meraih gelar juara Liga Inggris bersama Arsenal dan Chelsea. Musim ini juga merupakan musim terbaik dari Cristiano Ronaldo yang secara luar biasa mencetak 42 gol dalam semua ajang yang diikuti oleh United, meraih trofi Sepatu Emas sebagai top-scorer Eropa, top-scorer Liga Inggris (35 gol) dan menjadi kandidat Pemain Terbaik Dunia FIFA. Pada akhir musim, Fergie kembali tampil di Final Liga Champion berhadapan dengan Chelsea, Ronaldo membawa United unggul 1-0 pada babak pertama sebelum disamakan oleh Chelsea pada babak kedua. Lewat drama adu pinalti, Fergie sukses memenangkan gelar Liga Champion keduanya sepanjang kariernya sebagai manajer. Fergie juga berhasil membawa United meraih trofi Piala Dunia Antarklub yang pertama bagi United.

Pada akhir musim ini Fergie mengumumkan dirinya akan mundur dari jabatan manajer Manchester United pada tahun 2011, sesuatu yang kemudian diralatnya sendiri dengan mengatakan akan terus menjadi menajer United selama fisiknya masih memungkinkan. Musim berikutnya Fergie kembali meraih trofi juara Liga Inggris untuk ke 11 kalinya dan mengantar United menyamai rekor Liverpool yang telah menjuarai Liga Inggris 18 kali. Akhir musim 2008/09 juga menjadi musim terakhir bagi Cristiano Ronaldo yang pindah ke Real Madrid dengan rekor transfer dunia sampai saat ini, £80 juta. Menjadikannya pemain termahal yang pernah dijual Fergie selama kariernya sebagai manajer klub.

0 IndoManUtd, Komunitas Pecinta Setan Merah Tertua di Indonesia

Siapa tidak kenal klub sebesar Manchester United. Klub terkaya di dunia ini konon punya jaringan penggemar paling besar di seluruh dunia. Begitu juga di Indonesia.

Sepengetahuan saya, di Indonesia saja, ada tiga komunitas penggemar Manchester United. Ada IndoManUtd, United Indonesia, dan Red Army. Baru-baru ini, saya mewawancara IndoManUtd melalui email.

Ternyata, IndoManUtd adalah komunitas pecinta Setan Merah tertua di Indonesia. Lebih lengkapnya, baca tanya-jawab saya dengan R Hanggaraditya.

Bisa sedikit jelaskan sejarah terbentuknya IndoManUtd?

Awal terbentuknya IndoManUtd terjadi setelah euforia "Treble Winner 99". Salah satu pendiri, Samuel Rismana mulai bergerilya mencari kawan-kawan sesama pecinta Manchester United di Indonesia untuk membuat suatu wadah khusus fans Manchester United.

Tanggal 13 Maret 2000, akhirnya IndoManUtd berdiri sebagai organisasi/komunitas fans Manchester United di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari peran media [BOLA  & Soccer] dan beberapa anggota yang aktif menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran dan juga uang agar IndoManUtd bisa berdiri.

IndoManUtd

Di Indonesia, berapa banyak cabangnya?

Saat ini [per bulan April 2012], IndoManUtd sudah ada di 17 daerah yaitu Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Cibubur, Bandung, Semarang, Kudus, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Banda Aceh, Medan, Batam, Bengkulu, Palembang, dan Manado.

Selain nonton bareng kegiatan rutin apa yang biasanya diadakan?

Beberapa cabang IndoManUtd rutin mengadakan kegiatan olahraga, seperti futsal, bulutangkis dan basket. Selain itu kami juga rutin mengadakan kegiatan sosial dalam rangka menyambut hari besar keagamaan, seperti: buka puasa bersama anak yatim di bulan Ramadan. Dan kegiatan rutin tahunan yang paling ditunggu oleh seluruh member IndoManUtd adalah “Gathering Nasional”.

Tahun ini, Gathnas bertempat di Semarang, dan ini merupakan tahun ke-4 diadakannya kegiatan temu antara semua anggota IndoManUtd. Gathnas I bertempat di Jakarta, II di Jogjakarta dan III di Malang. Selain itu, beberapa cabang kerap mengadakan gathering lokal.

Katanya, IndoManUtd ini komunitas fans MU pertama di Indonesia. Benarkah?

Yup, IndoManUtd adalah komunitas fans MU pertama di Indonesia.

Kalian kan bukan satu-satunya wadah penggemar MU di Indonesia, kok bisa sih? Kenapa nggak jadi satu saja?

Perbedaan visi dan misi di antara beberapa pengurus IndoManUtd menjadi awal perpecahan komunitas fans Man United di Indonesia.

Wacana penyatuan komunitas fans Man United di Indonesia memang pernah beberapa kali dibahas oleh beberapa pengurus atau pun anggota dari komunitas lain, tetapi ada beberapa kendala yang hingga saat ini belum bisa ditangani.

Tetapi tidak tertutup kemungkinan di kemudian hari akan ada penyatuan komunitas penggemar Man United di Indonesia, salah satu cara di awal adalah mengadakan acara atau kegiatan yang melibatkan semuanya, salah satunya acara nonton bareng.

Lalu, apa yang membedakan kalian dengan yang lain?

Setelah vakum di tahun 2005, di bulan April 2007 IndoManUtd lahir kembali (reborn) dengan visi, misi dan aturan yang baru.

Hal yang paling spesifik yang membedakan IndoManUtd dengan komunitas lain adalah kami tidak mengenakan iuran keanggotaan bagi anggota yang ingin bergabung. Selain itu kami juga memiliki slogan PLUR (Peace Love United Respect), yang berarti kami mengharamkan sebutan klub ataupun pemain rival yang sifatnya melecehkan dalam semua kegiatan online dan offline.

Bagaimana dengan rivalitas dengan komunitas klub lain? (Misal, Liverpool, Chelsea, dsb)

Selama ini kami sering mengadakan nonton bareng di berbagai cabang kami dengan komunitas klub lain. Dan selama itu juga tidak ada masalah mengenai rivalitas, dalam artian saling menghargai. Selama ini IndoManUtd bisa dibilang cukup dekat dengan komunitas penggemar klub rival seperti Big Reds, CISC, IndoSpurs. Dan komunitas penggemar klub di luar Inggris seperti Milanisti Indonesia dan Inter Club Indonesia.

Pernah nggak menyelenggarakan nonton bareng di Old Trafford?

Belum pernah, mungkin suatu saat nanti, semoga :)

Melantur sedikit, menurut kalian siapa pengganti Sir Alex paling ideal?

Untuk hal yang satu ini ada banyak suara, ada yang berharap Jose Mourinho, yang sudah terbukti kejeniusan dan gelar-gelar yang didapatkannya apabila dia melatih di klub mana pun. Dan ada juga yang berharap manager yang "hanya" sekelas David Moyes, yang sukses memaksimalkan talenta pemain yang sudah ada, walaupun beberapa pemain inti sudah keluar dari timnya. Lalu juga ada nama Martin O'Neill & Pep Guardiola.

Deskripsikan IndoManUtd dalam 140 karakter, dong!

Feel the United match, Feel the crowd, Feel the brotherhood. Join us, for free. IndoManUtd.
IndoManUtd dapat dikontak melalui:

Twitter: @indomanutd
Website: www.indomanutd.org

0 History Class Of 92' Manchester United

Class of '92 tak disangkal adalah cikal bakal kesuksesan yang diraih Manchester United saat ini. Class of '92 adalah Sebuah istilah yang merujuk pada era emas pemain muda berbakat lulusan Akademi Manchester United yang meraih gelar juara FA Youth Cup pada tahun 1992. Class of 92` sering juga disebut dengan Fergie Babes, ini karena mereka adalah pemain yang direkomendasikan oleh Sir Alex Ferguson untuk menjadi pemain inti United saat itu, meski usia mereka masih sangat muda. Awal Sejarah Class of 92 bermula dari sejumlah pemain muda yang dipromosikan ke tim utama, antara lain David Beckham, Gary Neville, Phillip Neville, Ryan Giggs, Paul Scholes, Nicky Butt, Keith Gillespie, Robbie Savage, dan Simon Davies. Pada musim 1992-1993, Manchester United meraih gelar juara Liga Inggris dengan kontribusi dari sebagian besar pemain muda tersebut.

Puncaknya di tahun 1999 dengan pemain-pemain muda ini United mencatat sejarah dengan menjadi satu satunya klub inggris yang merengkuh Treble Winner (Juara EPL, Juara FA Cup, UEFA Champions League). Yang pasti tim muda Manchester United tahun 1992 ini merupakan tim yang terbilang sulit untuk disamai. Beberapa pemain Class of 92 sekarang telah menjadi pemain kaliber internasional. Sebutlah David Beckham, Gary Neville, Phillip Neville, Ryan Giggs, Paul Scholes, dan Nicky Butt. Ini membuktikan bahwa Manchester United bukan hanya klub yang sukses secara komersial saja, tetapi akademi mereka memang mumpuni untuk melahirkan bintang-bintang baru. 

Class of '92: Benih Kejayaan The Red Devil 
Untuk sebuah klub sepakbola melahirkan seorang pemain bintang yang bersinar saja merupakan perkara yang cukup sulit. Bagaimana jika sebuah klub mampu melahirkan beberapa pemain bintang dalam satu kelas atau angkatan? itu berarti sangat luar biasa, dan Akademi Manchester United telah melakunannya dengan Class Of '92nya. Pada awal 1990-an, Akademi MU memiliki murid-murid yang penuh bakat dan berkelas. Betapa tidak, angkatan tersebut dihuni oleh benih-benih berkualitas yang kelak menjadi bintang-bintang besar di jagad sepak bola. Juga, menjadi kunci sukses The Red Devil. Sebut saja pemain seperti David Beckham, Nicky Butt, Keith Gillespie, Ryan Giggs, Robbie Savage, Paul Scholes dan sebagainya. Mereka sudah menebar pesona, meski masih berusia sangat muda. Angkatan itu akhirnya melegenda dengan sebutan Class of ‘92 . Sebab, pada tahun itu mereka menunjukkan kehebatannya di pentas Piala FA Junior. Para pemain muda itu tampil memukau dan menghajar Crystal Palace 6-3 di final. Untuk ketujuh kalinya (waktu itu) Manchester United menjuarai Piala FA Junior dan itu sebuah rekor tertinggi. Dibangun sejak 1930-an, sekolah sepakbola Manchester United memang terkenal bagus. Banyak bintang besar yang lahir dari Akademi itu. Meski tak mengharamkan pembelian pemain asing, tapi MU sangat menghormati lulusan Akademinya. Bahkan Akademi MU punya filosofi, “Pemain Yang Kamu Ciptakan Akan Lebih Baik Dari Pada Pemain Yang Kamu Beli.” 

Karena itu, akademi ini terus melahirkan bintang-bintang besar sepanjang sejarahnya Sebelum melahirkan Class of ‘92 , akademi ini sudah mencetak beberapa pemain berkualitas seperti Duncan Edwards, George Best, Bobby Charlton, Mark Hughes. Bahkan pada era 1950-an, mereka juga memiliki satu angkatan yang berkualitas. Sebagai contoh Bobby Charlton, Duncan Edwards, Harry Gregg, Roger Byrne, Geoffrey Bent, dan sebagainya. Tapi sayang, sebagian dari mereka harus meninggal dalam Tragedi Kecelakaan Pesawat Di München. Padahal, tim yang dijuluki Busby Babes ini diramal bakal merajai Liga Champions 1957-1958. Manchester United tak perlu terlalu larut dalam kesedihan. Sebab 30 tahun kemudian, klub ini kembali melahirkan angkatan yang bisa dibanggakan. Class of ‘92 dinilai menyamai kelas Busby Babes. Sekumpulan bakat yang lahir dalam satu era yang kelak mampu melahirkan kebesaran bagi Manchester United.

Twitter Update

https://twitter.com/anist_amper

Welcome Message

ENJOY WITH MY BLOG :)
 

ANIS ANSHARI AHSAN Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates